Patung Jenderal Ahmad Yani Setinggi 4 Meter Diresmikan di Semarang

Foto: angling adhitya p/detikcom

Semarang РAmelia (63), putri ketiga Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani menatap kagum monumen ayahnya yang baru saja diresmikan di halaman Pangkalan Udara Utama (Lanumad) Ahmad Yani Semarang. Monumen setinggi empat meter itu berupa patung Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani sedang berpose mengacungkan telunjuknya ke selatan.

Patung tersebut terbuat dari perunggu seberat 1,3 ton. Berdirinya patung Ahmad Yani atas inisiatif Skadron-31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) di Semarang, Jawa Tengah.

“Saya hari ini sangat terharu dan bangga karena nama Ahmad Yani tidak hanya digunakan untuk bandara internasional, bahkan diabadikan lagi dengan sebuah monumen,” kata Amelia di markas Skadron-31/Serbu Puspenerbad, Semarang, Jumat (23/11/2012).

“Suatu penghargaan dari Penerbad yang sangat luar biasa,” imbuhnya.

Komandan Lanud Penerbad Kol Cpn Catur Pudji Santoso menambahkan, berdirinya patung Ahmad Yani didasari oleh sejarah panjang kepahlawanan dan nama dari lapangan terbang yang sebelumnya bernama lapangan terbang Kalibanteng itu.

“Bandara Ahmad Yani adalah bandara internasional tapi belum ada ikon. Kami selaku penerus Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani ingin mengenang jasa beliau,” tandasnya.

Sementara itu, seniman pemahat patung, Yoga Budi Wantoro mengaku tidak menemukan kesulitan saat membuat patung Ahmad Yani. Patung tersebut dibuat dalam waktu tiga bulan di Muntilan, Magelang.

“Referensi dari potret Ahmad Yani dan browsing internet. Dalam pembuatannya saya dibantu lima asisten,” ujar Yoga.

Dalam peresmian patung tersebut, Amelia sempat mengenang tragedi yang menyebabkan ayahnya gugur pada 1 Oktober 1965 silam di rumahnya di Kawasan Menteng Jakarta hingga jenazahnya ditemukan di lubang buaya.

“Dalam agendanya bapak juga menuliskan, ‘Kenapa saya jadi prajurit? Karena saya patriot, cinta tanah air Indonesia’,” kenangnya.

Ia berharap patung yang menyimbolkan patriotisme tersebut bisa mengingatkan orang agar peristiwa tahun 1965 atau gerakan 30S PKI tidak lagi terulang.

“Saat ini nasionalisme dan patriotisme sudah mulai meluntur. Namun semoga peristiwa tahun 1965 tidak lagi terulang,” tutupnya.

Bandara Ahmad Yani terletak di barat Kota Semarang, berjarak kurang lebih 6 km dari pusat kota. Bandara itu menyatu dengan Markas Penerbad, hanya dipisahkan pagar kawat.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s